Hadis 507
Bahaya Menunda Shalat Ashar dan Ciri Orang Munafik
Sunan an-Nasai : 507
Sunan an-NasaiNomor Hadis 507
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرِ بْنِ إِيَاسِ بْنِ مُقَاتِلِ بْنِ مُشَمْرِجِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فِي دَارِهِ بِالْبَصْرَةِ حِينَ انْصَرَفَ مِنْ الظُّهْرِ وَدَارُهُ بِجَنْبِ الْمَسْجِدِ فَلَمَّا دَخَلْنَا عَلَيْهِ قَالَ أَصَلَّيْتُمْ الْعَصْرَ قُلْنَا لَا إِنَّمَا انْصَرَفْنَا السَّاعَةَ مِنْ الظُّهْرِ قَالَ فَصَلُّوا الْعَصْرَ قَالَ فَقُمْنَا فَصَلَّيْنَا فَلَمَّا انْصَرَفْنَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ جَلَسَ يَرْقُبُ صَلَاةَ الْعَصْرِ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَ أَرْبَعًا لَا يَذْكُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا
Telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Hujr bin Iyas bin Muqatil Musamrij bin Khalid] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ismail] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al 'Alla] bahwa dia pernah masuk ke rumah [Anas bin Malik] di Basrah ketika dia selesai shalat Zhuhur, dan rumahnya di samping Masjid. Ketika kami sudah masuk, beliau berkata kepada kami: "Apakah kalian sudah shalat Ashar?" Kami menjawab: "Belum, kami baru saja selesai dari waktu shalat Zhuhur." dia berkata: "Kerjakanlah shalat Ashar!" Kemudian kami shalat Ashar, dan setelah kami selesai, dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Itulah shalatnya orang munafik, duduk menunggu waktu shalat Ashar, hingga apabila telah berada pada dua tanduk setan, maka dia berdiri lalu mematuk-matuk empat kali (Shalat empat rakaat dengan cepat) dia tidak mengingat Allah Azza wa Jalla dalam shalatnya itu kecuali sedikit.""
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang keras untuk sengaja mengulur-ulur pengerjaan shalat Ashar sampai batas mentari akan tenggelam.
- Shalat wajib harus dikerjakan dengan ketenangan jiwa dan gerakan perlahan, tidak boleh buru-buru seperti burung mematuk.
- Keharusan menjaga kehadiran pikiran agar fokus senantiasa mengingat Allah sewaktu ibadah tengah dilangsungkan.
