Hadis 369
Cara Praktis Nabi Menyucikan Pakaian dari Darah Haid
Sunan an-Nasai : 369
Sunan an-NasaiNomor Hadis 369
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ جَابِرِ بْنِ صُبْحٍ قَالَ سَمِعْتُ خِلَاسًا يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيتُ فِي الشِّعَارِ الْوَاحِدِ وَأَنَا طَامِثٌ حَائِضٌ فَإِنْ أَصَابَهُ مِنِّي شَيْءٌ غَسَلَ مَكَانَهُ لَمْ يَعْدُهُ ثُمَّ صَلَّى فِيهِ ثُمَّ يَعُودُ فَإِنْ أَصَابَهُ مِنِّي شَيْءٌ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ غَسَلَ مَكَانَهُ لَمْ يَعْدُهُ وَصَلَّى فِيهِ
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Mutsanna] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Jabir bin Shubhi] dia berkata: Saya mendengar [Khilas] berkata: dari [Aisyah] Radliyallahu'anha berkata: "Aku pernah tidur bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam satu selimut, sedang aku sedang haidl. Jika beliau terkena sesuatu dariku, maka beliau membasuh tempat yang terkena tadi dan tidak melebihinya, kemudian beliau shalat dengan selimut tadi, dan beliau kembali lagi. Jika beliau terkena sesuatu dariku, maka dia melakukan seperti tadi dan tidak melebihinya, lalu shalat dengan selimut tersebut."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Darah haid memiliki kedudukan sebagai najis ringan yang harus segera dibersihkan bila mengenai kain untuk shalat.
- Tata cara membersihkan baju yang bernoda haid cukup dengan membasuh titik lokasi noda darahnya saja sampai bersih.
- Tidak diwajibkan untuk mengganti atau mencuci seluruh bagian pakaian secara utuh jika nodanya cuma terlihat sedikit.
- Setelah najis berupa darah itu sirna, pakaian bekas noda haid yang telah dicuci sudah sepenuhnya sah dipakai beribadah.
