Hadis 2104
Ajaran Jibril Kepada Rasulullah Tentang Ukuran Waktu
Sunan an-Nasai : 2104
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2104
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ يَزِيدَ هُوَ أَبُو بُرَيْدٍ الْجَرْمِيُّ بَصْرِيٌّ عَنْ بَهْزٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الْحَكَمِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ يَوْمًا
Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin Yazid Abu Buraid Al Jarmi Al Bashri] dari [Bahz] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah] dari [Abul Hakam] dari [Ibnu 'Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: " Jibril Alaihissalam menemuiku dan ia berkata sebulan itu ada dua puluh sembilan hari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ketetapan angka jumlah yang berjalan mengatur sistem kalender diatur berdasarkan ketetapan yang diberikan lewat pencerahan wahyu Jibril.
- Sebuah hitungan penanggalan bulan mungkin berhenti cukup selama dua puluh sembilan putaran malam tanpa menyalahi kesahan ibadah.
- Seluruh jajaran penganut agama amat tenang menjalani ibadah meski tak menemukan batas tanggal mencapai tingkat tertinggi tiga puluh.
