Hadis 1645
Perumpamaan Orang yang Membaca Al Quran dengan Nyaring Maupun Pelan
Sunan an-Nasai : 1645
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1645
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بَكَّارِ بْنِ بِلَالٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ سُمَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدٌ يَعْنِي ابْنَ وَاقِدٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ أَنَّ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِي يَجْهَرُ بِالْقُرْآنِ كَالَّذِي يَجْهَرُ بِالصَّدَقَةِ وَالَّذِي يُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالَّذِي يُسِرُّ بِالصَّدَقَةِ
Telah mengabarkan kepada kami [Harun bin Muhammad bin Bakkar bin Bilal] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sumai'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Waqid] dari [Katsir bin Murrah] bahwasanya ['Uqbah bin 'Amir] menceritakan kepada mereka: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang membaca Al Qur'an dengan mengeraskan suaranya seperti orang yang menampakkan sedekah, dan orang yang memelankan suaranya dalam membaca Al Qur 'an seperti orang yang menyembunyikan sedekahnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membaca Al Quran dengan bersuara keras disamakan dengan beramal secara terbuka yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
- Membaca dengan pelan atau lirih disamakan dengan amalan rahasia yang jauh lebih aman dari penyakit hati pamer.
- Pentingnya menjaga niat dan keikhlasan hati dalam setiap pelaksanaan ibadah lisan maupun harta.
