Hadis 1640
Keutamaan Membaca Al Quran dengan Tartil Saat Shalat Sambil Duduk
Sunan an-Nasai : 1640
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1640
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَبِي وَدَاعَةَ عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي سُبْحَتِهِ قَاعِدًا قَطُّ حَتَّى كَانَ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِعَامٍ فَكَانَ يُصَلِّي قَاعِدًا يَقْرَأُ بِالسُّورَةِ فَيُرَتِّلُهَا حَتَّى تَكُونَ أَطْوَلَ مِنْ أَطْوَلَ مِنْهَا
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [As Saib bin Yazid] dari [Al Muththalib bin Abu Wada'ah] dari [Hafshah] dia berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat sunnah sambil duduk, hingga menjelang setahun sebelum beliau walat, (saat itu) beliau sering shalat sambil duduk, membaca surah Al Qur'an dengan tartil, sampai-sampai beliau memperlama dalam membacanya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kebiasaan shalat duduk Rasulullah baru dimulai secara intensif sekitar satu tahun sebelum beliau wafat.
- Shalat dalam posisi duduk tidak mengurangi kesungguhan dan kekhusyukan bacaan Al Quran di dalamnya.
- Dianjurkan untuk membaca Al Quran dengan suara tartil, pelan, dan jelas agar maknanya bisa diresapi.
- Membaca perlahan membuat bacaan ayat terasa lebih panjang dan ibadah terasa lebih bermakna.
