Hadis 1588
Panjangnya Durasi Shalat Malam Bersama Nabi di Akhir Ramadhan
Sunan an-Nasai : 1588
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1588
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ قَالَ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ قَالَ حَدَّثَنِي نُعَيْمُ بْنُ زِيَادٍ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ عَلَى مِنْبَرِ حِمْصَ يَقُولُ قُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ لَيْلَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ الْأَوَّلِ ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ ثُمَّ قُمْنَا مَعَهُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنْ لَا نُدْرِكَ الْفَلَاحَ وَكَانُوا يُسَمُّونَهُ السُّحُورَ
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Mu'awiyah bin Shalih] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Nu'aim bin Ziyad Abu Thalhah] dia berkata: "Aku mendengar [Nu'man bin Basyir] berkata di atas mimbar di daerah Himsh, 'Kami bangun untuk shalat malam bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam di bulan Ramadlan pada malam dua puluh tiga sampai sepertiga malam pertama. Kemudian kami bangun (shalat malam) lagi bersama beliau pada malam kedua puluh lima sampai pertengahan malam. Kemudian kami bangun (shalat malam) lagi bersama beliau pada malam kedua puluh tujuh hingga kami mengira bahwa kami tidak mendapatkan kemenangan itu'. Mereka menamakan kemenangan (Al Falah) itu dengan sahur."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk memperlama durasi shalat malam pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
- Mengejar keutamaan malam Lailatul Qadar memerlukan dedikasi dan pengorbanan waktu tidur yang cukup besar.
- Para sahabat sangat memprioritaskan waktu sahur dan menyebutnya sebagai sebuah keberuntungan sebelum masuk waktu Subuh.
