Hadis 1322
Memurnikan Tauhid dengan Kalimat Tahlil Sehabis Shalat
Sunan an-Nasai : 1322
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1322
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُجَاعٍ الْمَرُّوذِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ الْحَجَّاجِ بْنِ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يُحَدِّثُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ أَهْلَ النِّعْمَةِ وَالْفَضْلِ وَالثَّنَاءِ الْحَسَنِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Syujja' Al Marrudzi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Ulayyah] dari [Al Hajjaj bin Abu 'Utsman] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zubair] dia berkata: "Aku mendengar [Abdullah bin Zubair] bercerita diatas mimbar ini, dia berkata: 'Jika Rasulullah Shallallahu 'alahi wa sallam selesai mengucapkan salam, maka beliau memanjatkan doa -yang artinya- 'Tiada Dzat yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia yang mempunyai kekuasaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada Dzat yang berhak disembah kecuali Allah. Kita tidak beribadah kecuali dengan-Nya yang mempunyai segala nikmat dan keutamaan serta pujian yang luhur. Tiada Dzat yang berhak disembah kecuali Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Merutinkan bacaan kalimat tauhid "Laa ilaha illallah wahdahu..." lengkap sehabis shalat fardhu.
- Meneguhkan rasa pasrah diri dan mengakui bahwa hanya Allah pemegang kendali kekuasaan atas hidup kita.
- Mengingat bahwa setiap nikmat, rezeki, dan keutamaan yang kita dapat murni bersumber dari Allah.
- Menjaga keikhlasan niat dalam beragama walaupun ada pihak-pihak yang tidak menyukainya.
