Hadis 1144
Praktik Takbir Intiqal dan I'tidal Shalat yang Tidak Berubah Hingga Nabi Wafat
Sunan an-Nasai : 1144
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1144
أَخْبَرَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ وَسَوَّارُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَوَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَعَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُمَا صَلَّيَا خَلْفَ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَلَمَّا رَكَعَ كَبَّرَ فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ثُمَّ سَجَدَ وَكَبَّرَ وَرَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ ثُمَّ كَبَّرَ حِينَ قَامَ مِنْ الرَّكْعَةِ ثُمَّ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَقْرَبُكُمْ شَبَهًا بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا زَالَتْ هَذِهِ صَلَاتُهُ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا وَاللَّفْظُ لِسَوَّارٍ
Telah mengabarkan kepada kami [Nashr bin 'Ali] dan [Sawwar bin 'Abdullah bin Sawwar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul A'la] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Bakr bin 'Abdurrahman] dan dari [Abu Salamah bin 'Abdurrahman] bahwasanyaKeduanya shalat di belakang [Abu Hurairah] radliyallahu 'anhu, bila hendak ruku' maka ia bertakbir. Jika ia mengangkat kepalanya dari ruku' maka ia mengucapkan, "Sami'allahu liman hamidah rabbana lakal hamdu (Allah Mendengar semua yang memuji-Nya. Ya Allah, untuk-Mu segala pujian)." Kemudian ia bertakbir ketika turun untuk sujud dan bertakbir ketika hendak bangun dari rakaat. Kemudian ia berkata: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, dibandingkan kalian, aku adalah orang yang paling serupa dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan masih seperti inilah shalat beliau sampai meninggal dunia."Lafazh ini milik Sawwar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ketentuan mengucapkan takbir pada setiap perpindahan gerak fisik dalam shalat adalah sunnah valid yang tidak pernah direvisi sampai Rasulullah meninggal.
- Penyatuan bacaan dari perpaduan 'Sami'allahu liman hamidah' dengan 'Rabbana lakal hamdu' merupakan doa wajib yang dirapalkan di saat gerakan i'tidal.
- Sumpah para sahabat dalam menyampaikan ilmu menjadi garansi bagi umat zaman sekarang untuk merasa aman saat menjalankan perintah agama.
